Si Cicil Cicil

Secara kebetulan, rentetan kata tersebut muncul dari kepala ini saat melihat rangkaian kata “Situ Cikarag Cilempuyang Cimanggu Cilacap”. Bukannya tanpa sebab, kata-kata tersebut terangkai berdasarkan urutan tempat tinggal enjang. Rinciannya adalah sebagai berikut, Situ menyatakan nama “sub-dusun”, Cikarag menyatakan dusun, Cilempuyang sebagai nama desa, Cimanggu menyatakan kecamatan, dan Cilacap menyatakan kabupaten. Begitulah penamaan tempat di daerah enjang, kalau diperhatikan secara seksama, penamaan tempat-tempat tersebut terasa jangggal daerah-daerah tersebut masih ada dalam lingkungan propinsi Jawa Tengah. Seperti Anda ketahui, bahasa jawa merupakan bahasa “resmi” dari propinsi Jawa Tengah, sedangkan kata “ci” sendiri merupakan istilah dalam bahasa sunda. Makanya, enjang sendiri bingung kenapa penamaannya bisa seperti itu. Terima sajalah, toh orang jaman dulu mungkin punya alasan tersendiri mengenai penamaan tempat-tempat tersebut.

Kata “ci” biasanya digunakan untuk menamai sebuah sungai atau kali di daerah enjang. Apabila ditelusuri lebih lanjut, kata Cilempuyang, Cikarag, dan Cimanggu merupakan nama-nama kali yang berada di sekitar tempat tinggal enjang. selain itu ada juga nama-nama kali yang lainya, seperti kali Cileumeuh, Cilangkap, Cipodol, Cikadu, Citanduy dan sebagainya. Jelas sudah mengapa daerah enjang dinamai seperti itu karena dusun Cikarag sudah pasti dialiri oleh kali cikarag, begitu juga dengan desa Cilempuyang, dan kecamatan Cimanggu. Penamaan kali-kali tersebut mungkin saja mempunyai cerita-cerita tersendiri. Kali cikarag misalnya, mungkin saja jaman dahulu orang-orang di sekitar kali Cikarag sangat suka terhadap karag (karag adalah sejenis kerupuk khas dari daerah enjang yang terbuat dari tepung tapioka yang berwarna merah muda dan relatif lebih keras jika dibandingkan dengan kerupuk yang biasanya tersedia di warung nasi goreng). Hal ini mungkin saja ada kaitanya dengan tanaman singkong yang banyak dijumpai di sekitar daerah enjang. Lain halnya dengan kali Cilempuyang, dari istilahnya mudah ditebak bahwa lahan di sekitar kali tersebut banyak ditumbuhi oleh lempuyang. Lempuyang merupakan nama tumbuhan sejenis temu yang mempunyai banyak khasiat, salah satunya adalah sebagai bahan untuk membuat jamu tradisional. Nah, untuk kali Cimanggu belum dapat diprediksi asal muasalnya karena enjang belum dapat menemukan definisi dari kata “manggu” itu sendiri sedangkan untuk Cilacap, enjang belum pernah mendengar yang namanya kali Cilacap.

Lalu bagaimana dengan istilah situ? Kata situ berasal dari bahasa sunda berarti danau. Dari sekian penamaan tempat di atas, penamaan Situ terasa yang paling aneh sebab di daerah enjang tidak terdapat danau. Secara tekstur permukaan, daerah enjang merupakan penghubung antara pegunungan dan persawahan. pertanyaannya adalah kenapa bisa sampai muncul istilah Situ? Menurut dugaan enjang, kata Situ mungkin mencuat dari banyaknya (em)bEji atau (em)Bul yang berada di daerah enjang. BEji atau Bul merupakan istilah yang digunakan oleh warga sekitar untuk kolam air yang terbentuk dari beberapa aliran mata air tanah alami. Bul bisa ditemukan di sekitar pekarangan atau pesawahan warga. Hingga saat ini, Bul masih menjadi sarana vital bagi warga disekitarnya. Manfaatnya akan menjadi lebih terasa pada saat musim kemarau saat sumur warga mulai mengering. Maklum saja, bul biasanya digunakan untuk mencuci baju atau membersihkan badan sehabis bekerja di sawah. Karena kevitalannya, bul biasanya berstatus sebagai tempat umum yang secara bebas dapat digunakan oleh warga sekitar.

Demikianlah asal-muasalnya istilah Si CiCil CiCil yang menjadi judul blog ini. Enjang berharap tulisan-tulisan yang ada di blog ini bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

4 Tanggapan

  1. Nek “cilanggir” artine pa, bro….

    lama tak bersua, piwe kbr kmps…eh salah, kuliah mksde…

  2. lanjutkan ,min … yg lebih kreatif … bolgnya keren min … ntar panggilan lu ganti aja dengn si CICIL … hehehehe piss ah

  3. Lah, kalau Kang Tohar sendiri aslinya mana ?, saya sendiri lahir di Cilempuyang, itu sebelah wetane Cikarag. Cilempuyang punya nama lain Goler, soale dulu banyak orang yang mati dijalan ditembaki sama Dai Nipong, itu katanya mbahku. yang mati pada ngaloler dijalan saking tidak keurus, itu katanya mbahku yang suka ndongeng menjelang cucunya tidur.

  4. Setahu saya yang kebetulan lahir di Cilempuyang (1950); Cilempuyang itu masih punya nama lain, yaitu : Goler dan Cikopeng. Desa ini nyambung dengan Desa Cipancur di sebelah utaranya dan hanya dibatasi oleh lahan kuburan. Cikopeng sendiri adalah nama Sungai yang mengalir dan menjadi batas bagian timur antara Desa Cilempuyang dan Desa Cimanggu. Batas sdebelah baratnya adalah Sungai kecil yang namanya Cibarengkok.

    Barangkali ada pembaca yang mau koreksi silahkan bisa langsung ke email saya di: lkthds@yahoo.com, lkthds@gmail.com

Tinggalkan Balasan